Menuju KERIDHOAN ALLAH

OLEH : Jaka Simbara

"DAN HENDAKLAH ADA DI ANTARA KAMU SEGOLONGAN UMAT YANG MENYERU KEPADA KEBAJIKAN, MENYURUH KEPADA YANG MAKRUF, DAN MENCEGAH DARI YANG MUNGKAR. MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG" (QS ALI IMRAN:104)

DAN SESUNGGUHNYA KAMI JADIKAN UNTUK ISI NERAKA JAHANNAM KEBANYAKAN DARI JIN DAN MANUSIA, MEREKA MEMPUNYAI HATI, TETAPI TIDAK DIPERGUNAKANNYA UNTUK MEMAHAMI AYAT - AYAT ALLAH, DAN MEREKA MEMPUNYAI MATA, TETAPI TIDAK DIPERGUNAKANNYA UNTUK MELIHAT TANDA - TANDA KEKUASAAN ALLAH, DAN MEREKA MEMPUNYAI TELINGA, TETAPI TIDAK DIPERGUNAKANNYA UNTUK MENDENGAR AYAT - AYAT ALLAH. MEREKA ITU SEBAGAI BINATANG TERNAK, BAHKAN MEREKA LEBIH SESAT LAGI. MEREKA ITULAH ORANG - ORANG YANG LALAI. (AL A'RAAF : 179)

JADIKANLAH HIDUP INI SEBAGAI LADANG AMAL
UNTUK BEKAL DI AKHERAT KELAK YANG ABADI. HIDUP HANYA SEKALI, JANGANLAH KITA SIA-SIAKAN. INILAH SAAT YANG MENENTUKAN TEMPAT KITA KELAK, DI SURGA......, ATAUKAH NERAKA......


KISAH KELAHIRAN ISA ALMASIH


Assalaamu Alaikum Warakhmatullaahi Wabarakaatuh  .                         


Di dalam Alqur’an ALLAH menjelaskan bagaimana kisah yang sebenarnya  seputar kelahiran Nabi Isa Almasih. Kisah ini adalah sebagai bantahan terhadap pendapat yang menyimpang dari kebenaran seputar kelahiran Nabi Isa  putra Maryam.  Kisah tersebut  adalah sebagai berikut :  



Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.  (QS  MARYAM : 16 – 17)
PENJELASAN :
ALLAH mengutus malaikat Jibril  , yang oleh ALLAH  pada saat itu disebut Roh (Roh Kudus), untuk menyampaikan berita kepada Maryam.  Maka malaikat Jibril pun menjumpai Maryam dalam wujud menjelma sebagai manusia yang sempurna .                                                                
Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada TuhanYang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa".
Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci".  
Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"  
Jibril berkata: "Demikianlah . Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan."  
 Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan".
 Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.
Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini".
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",
maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.  (QS  MARYAM : 18 – 35)
PENJELASAN :

Ketika tiba2  muncul di hadapannya Jibril yang menjelma seorang lelaki yang tampan, maka Maryam yang terkenal seorang wanita alim, sopan dan ber akhlaq mulia menjadi ketakutan . sehingga terucap kalimat “Aku berlindung dari padamu, kepada Tuhan yang maha pemurah” . Ucapan ini menggambarkan betapa Maryam adalah seorang wanita yang solehah. Sehingga dalam kondisi ketakutan perkataan mengingat Tuhan yang terucap keluar dari mulutnya.   Namun kemudian malaikat Jibril memberi ketenangan dengan menjelaskan siapa dirinya dan apa tujuannya.  
Maka malaikat Jibril pun menyampaikan berita bahwa Maryam akan dikaruniai seorang anak laki2 dalam waktu dekat.  Mendengar hal ini tentu saja adalah wajar apabila Maryam heran dan mempertanyakan bagaimana mungkin ia akan melahirkan seorang anak, sedangkan ia belum bersuami dan bukan pula seorang pe zina (orang yg suka melakukan sex di luar nikah). Lalu Jibrilpun menjelaskan bahwa hal tersebut adalah mudah bagi ALLAH untuk menciptakan seorang anak dalam kandungan Maryam, sekalipun tanpa melalui proses hubungan dengan seorang suami. Dan bahwa hal tersebut sudah menjadi ketetapan ALLAH.
Beberapa hari kemudian, Maryampun hamil, dan kehamilan ini tentu menjadi beban berat bagi Maryam.  Bagaimana ia harus memberikan penjelasan pada keluarganya dan orang-orang di kampungnya ? , yang tentu saja akan menganggapnya sebagai wanita pezina , yang hamil karena hubungan perzinahan dengan lelaki . Namun sebagai seorang yang tawakkal, ia tabah menjalani cobaan tersebut. Maka  untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan tersebut maka Maryampun keluar dari kampung dan pergi jauh ke sebelah timur untuk bersembunyi . Bulan demi bulanpun berlalu, sampai tibalah saat  melahirkan. 
Maryam pun menjalani proses melahirkan sendirian tanpa dibantu seorang manusiapun, sehingga ketika rasa sakit begitu tak tertahan,  iapun bersandar pada pohon kurma, dan merintih, dan saat itulah ALLAH memberi pertolongan dengan menjadikan anak sungai  di bawah Maryam  sehingga airnya bisa diminum, dan memberi petunjuk melalui  Jibril agar Maryam menggoyang pohon kurma yang disandarinya , yang akan merontokkan buah kurmanya, untuk makanannya.   Maka akhirnya  bayi Nabi Isa pun terlahir dengan selamat.  
Setelah kelahiran bayi Nabi Isa, maka ALLAH memerintahkan melalui Jibril, agar bayi Nabi Isa dibawa pulang ke kampung, maka bunda Maryam mulai memasuki babak baru dari sebuah problema, bagaimana ia harus memelihara dan membesarkan sang bayi...... ?,  dan bagaimana ia harus menghadapi pandangan masyarakat di kampungnya  nanti.... ? . Namun sesuai petunjuk ALLAH, bunda Maryam dilarang menjawab jika ada orang yang bertanya, atau menghujat beliau.
Maka dibawanya bayi Isa tersebut pulang kekampungnya.  Dan adalah wajar jika kemudian orang sekampung menjadi heboh.  Bukan seperti yang ditulis di AL KITAB, bahwa kelahiran Nabi Isa (atau Yesus, nama Yunani yang biasa saudara-saudara Kristen kita menyebutnya) disambut dengan gembira , yang tentunya ini adalah amat janggal . Bagaimana mungkin ada masyarakat, yang ketika salah seorang warga wanita yang belum bersuami melahirkan seorang anak, lalu mengatakan bahwa ini anak Tuhan ,  mereka langsung percaya dan bersuka cita ? , tentu ini tidak mungkin terjadi dan sebuah reaksi yang tidak wajar. YANG BENAR ADALAH MASYARAKAT DIKAMPUNGNYA MENCEMOH MARYAM KETIKA IA MEMBAWA SEORANG ANAK YANG LAHIR SEDANGKAN IA BELUM BERSUAMI. sebuah reaksi yang wajar !!....
sebagaimana di jaman kita sekarang ini, jika seandainya ada seorang wanita di kampung kita yang belum bersuami, tiba2 mempunyai anak atau bayi, maka sudah barang tentu kita akan yakin, bahwa wanita tersebut telah melakukan perbuatan zina (hubungan di luar nikah) dengan seseorang lelaki.
Maka berbagai hujatan dan celaan ditujukan kepada  bunda Maryam,  “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar  !”,   “ Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat, dan Ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina” .

(Panggilan “saudara perempuan harun” adalah julukan orang-orang kampung terhadap beliau, karena beliau terkenal akan kesalehannya seperti Nabi Harun As) . 

Dan sesuai perintah ALLAH, maka  Maryam tidak berkata sepatah katapun menjawab hujatan-hujatan tersebut, kecuali beliau hanya menunjuk kepada bayi dalam gendongannya, sehingga orang-orang kampungpun berkata : "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"  .

Lalu yang terjadi adalah sesuatu hal yang benar-benar diluar dugaan orang-orang  yang menghujat tersebut, bahwa cobaan yang diberikan pada Maryam adalah kehendak ALLAH, maka ALLAH lah yang kemudian akan mementahkan hujatan-hujatan dan tudingan masyarakat kampung tersebut. Maka atas kehendak ALLAH bayi Isa yang berada dalam gendongan Maryam secara luar biasa ajaib berbicara, yang sekaligus mementahkan tuduhan-tuduhan mereka . 

Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.  dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;  dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.  Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".
Nah ....... kisah di atas tentulah satu hal yang alur kisahnya begitu alamiah,  bagaimana sebuah masyarakat akan merespon kelahiran seorang bayi, yang terlahir dari seorang wanita yang diketahui belum bersuami. Sehingga cerita ini patut diyakini kebenarannya dan kewajaran kejadiannya.
Adalah mudah bagi ALLAH untuk menciptakan manusia / bayi di dalam rahim seorang wanita, tanpa melalui proses pembuahan seorang lelaki. Jika ALLAH bisa menciptakan Adam (manusia pertama) tanpa Ibu dan ayah, maka akan lebih mudah mencipta manusia yang  hanya tanpa seorang ayah. Nah .....  menurut anda, mana yang lebih sulit , penciptaan Adam atau penciptaan Isa ?? . Jawaban yang tepat adalah : bahwa keduanya sama-sama mudah bagi ALLAH.
Di dalam  AL QUR’AN  ALLAH menyatakan bahwa penciptaan Isa adalah semisal penciptaan Adam

Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.  (QS  ALI  IMRAN : 59)

Sebenarnya bukti - bukti tentang kebenaran Islam dan kisah di AL QUR'AN sudah jelas, Kalau AL QUR'AN berkisah tentang Nabi Ibrahim dengan Ka'bah dan air Zam-Zam , maka itu semua nyata dan ada sampai sekarang. Dan sesuai janji ALLAH, bahwa Nabi - Nabi akan diturunkan dari garis keturunan Ibrahim yang mempunyai dua putera , Ismail dan Ishaq . Melalui garis keturunan Nabi Ismail inilah lahir kaum Arab dan Nabi Muhammad sebagai penutup para Nabi.  Dan melalui Nabi Ishaq lahir kaum Israel dan nabi - nabi pendahulu.  Dan karena dosa-dosa kaum Israel yang menolak, bahkan membunuh utusan-utusan ALLAH, maka ALLAH menarik hikmah kenabian dari kaum Israel , dan diberikannya pada keturunan Ismail yaitu kaum Arab, sehingga diutuslah Nabi Muhammad sebagai Nabi yang terakhir. Sehingga jika ada seseorang yang bukan dari garis keturunan Ibrahim, mengaku sebagai Nabi, bisa dipastikan bahwa itu Nabi Palsu.     
Itulah kisah kelahiran Nabi Isa (Yesus), ia adalah seorang nabi yang diutus khusus kepada orang-orang Israel. Karena begitulah rencana Allah. menyampaikan agama secara bertahap. Setelah waktunya tiba, kemudian diutuslah Nabi Muhammad dengan agama yang telah disempurnakan (ISLAM) bagi seluruh umat manusia. Dan Allah telah menjamin bahwa selamanya Qur'an tidak akan berubah.  Semoga cerita ini dapat membuka wawasan kita, dalam rangka untuk membedakan antara cerita sebenarnya dan cerita yang salah. Kisah yang salah mengandung penyimpangan dan ketidak wajaran.
Akhirnya kami cukupkan sekian .
Wassalaamu Alaikum Warakhmatullaahi  Wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar