Menuju KERIDHOAN ALLAH

OLEH : Jaka Simbara

"DAN HENDAKLAH ADA DI ANTARA KAMU SEGOLONGAN UMAT YANG MENYERU KEPADA KEBAJIKAN, MENYURUH KEPADA YANG MAKRUF, DAN MENCEGAH DARI YANG MUNGKAR. MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG" (QS ALI IMRAN:104)

DAN SESUNGGUHNYA KAMI JADIKAN UNTUK ISI NERAKA JAHANNAM KEBANYAKAN DARI JIN DAN MANUSIA, MEREKA MEMPUNYAI HATI, TETAPI TIDAK DIPERGUNAKANNYA UNTUK MEMAHAMI AYAT - AYAT ALLAH, DAN MEREKA MEMPUNYAI MATA, TETAPI TIDAK DIPERGUNAKANNYA UNTUK MELIHAT TANDA - TANDA KEKUASAAN ALLAH, DAN MEREKA MEMPUNYAI TELINGA, TETAPI TIDAK DIPERGUNAKANNYA UNTUK MENDENGAR AYAT - AYAT ALLAH. MEREKA ITU SEBAGAI BINATANG TERNAK, BAHKAN MEREKA LEBIH SESAT LAGI. MEREKA ITULAH ORANG - ORANG YANG LALAI. (AL A'RAAF : 179)

JADIKANLAH HIDUP INI SEBAGAI LADANG AMAL
UNTUK BEKAL DI AKHERAT KELAK YANG ABADI. HIDUP HANYA SEKALI, JANGANLAH KITA SIA-SIAKAN. INILAH SAAT YANG MENENTUKAN TEMPAT KITA KELAK, DI SURGA......, ATAUKAH NERAKA......


Selasa, 23 Oktober 2012

KEAJAIBAN ALQUR’AN


Assalaamu Alaikum Warakhmatullaahi Wabarakaatuh.

Untuk membimbing manusia keturunan Adam , yang semakin berkembang jumlahnya dan semakin rusak akhlaqnya sampai – sampai tidak mengenal Tuhannya lagi, maka  ALLAH SWT , Tuhan semesta alam mengutus nabi – nabi . Jumlah Nabi semuanya dari jaman Nabi Adam sampai Nabi yang terakhir Muhammad SAW  semuanya kurang lebih ada 124.000 orang, namun yang wajib diketahui adalah 25 Nabi. Sedangkan kitab dari ALLAH yang berisi ajaran agama berjumlah 4 (empat) kitab.yaitu : 
1.    Taurat
2.    Zabur
3.    Injil
4.    Al Qur’an
Mulai dari Kitab yang pertama yaitu Taurat, Kitab ini dan ajarannya hanya diperuntukkan bagi bani Israel (keturunan Nabi Ibrahim dari garis keturunan Ishaq) ,ketika ajarannya mulai diselewengkan dan ayat-ayatnya diubah sendiri oleh orang-orang Israel, maka ALLAH menurunkan Zabur. Hal yang samapun terjadi pada Zabur dan kemudian Injil yang juga diperuntukkan terbatas pada kaum Israel, demikian seterusnya sampai akhirnya ALLAH menurunkan AL QUR’AN dengan Rasulullah Muhammad sebagai pembawanya, yang diutus bukan hanya terbatas untuk kaum Israel ataupun kaum arab (keturunan Nabi Ibrahim dari garis keturunan Ismail), tapi diutus untuk seluruh alam . Karena itu banyak seruan-seruan ALLAH dalam ayat AL QUR’AN yang dimulai dengan kata “Wahai  manusia....” , ini menunjukkan bahwa AL QUR’AN adalah berlaku untuk seluruh dunia.   Dan hanya AL QUR’AN lah yang masih tetap asli dari jaman Nabi Muhammad sampai dengan sekarang. Dan tentu hal ini tidaklah mengherankan karena ALLAH sendirilah yang berjanji menjaga keaslian AL QUR’AN dari kejahilan manusia maupun syaitan , sesuai  surah sebagai berikut :
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.   (QS  AL HIJR : 9)
Kitab AL QUR’AN merupakan salah satu mukjizat Rasulullah Muhammad yang berlaku hingga kini.  Lalu apa saja keajaiban AL  QUR’AN ?  , mari kita kupas satu demi satu.

KEAJAIBAN  AL  QUR’AN

1.    Keajaiban AL QUR’AN  yang pertama adalah : bahwa AL QUR’AN  sampai dengan saat ini tahun 2012  sudah berumur  kurang lebih 1412  tahun, namun tetap terjaga keasliannya ,  sesuai  dengan  janji  ALLAH  yang  tertulis dalam
AL QUR’AN surah AL HIJR ayat : 9  sebagaimana tercantum di atas.  Hal ini tentu saja membuktikan bahwa AL QUR’AN benar - benar berasal dari Tuhan penguasa alam semesta ini yang sebenarnya, yaitu ALLAH yang mengutus Rasul Muhammad dan para Rasul sebelumnya serta menurunkan Kitab AL QUR’AN dan Kitab – Kitab pendahulunya.  Sebaliknya jika seandainya janji ALLAH yang akan menjaga keaslian AL QUR’AN  itu tidak bisa terlaksana, maka existensi AL QUR’AN sebagai kitab yang berasal dari Tuhan alam semesta   patut  diragukan.  Namun  yang   terjadi  hingga  saat  ini  adalah AL QUR’AN tetap terjaga keasliannya , sehingga itu membuktikan bahwa AL QUR’AN benar – benar berasal dari ALLAH Tuhan penguasa alam semesta ini.

2.    Di dunia ini hanya AL QUR’AN lah kitab yang bisa dihafal oleh manusia.  Banyak para ilmuwan yang menulis buku (kitab) namun tidak ada manusia yang menghafal karyanya , bahkan sipenulisnya sendiripun tidak hafal dengan karyanya sendiri. Nah..... tidak demikian dengan AL QUR’AN , jutaan manusia  telah menghafalnya dari kata perkata di luar kepala, bahkan anak muda belia pun dengan mudah bisa menghafalnya. Ini menandakan bahwa AL QUR’AN memang dirancang oleh ALLAH sedemikian rupa sehingga mudah untuk dihafal. Yang sekaligus merupakan salah satu cara bagaimana AL QUR’AN bisa terjaga keasliannya sepanjang masa.

3.    AL QUR’AN selain berisi ajaran untuk pedoman hidup di dunia, juga berisi kisah – kisah orang – orang terdahulu, yang terbukti kebenaran ceritanya, terbukti dari bekas-bekas bangunan maupun benda-benda peninggalannya. Misalnya tentang kaum Aad umatnya Nabi Hud, yang diazab dengan angin yang sangat kencang dan dingin, sehingga mereka mati dan terkubur dalam pasir. Namun sekitar tahun 1998 di daerah syasher di padang pasir zhafar, kota kaum Aad tersebut berhasil ditemukan setelah melalui proses penggalian. Hal ini membuktikan bahwa AL QUR’AN tidaklah mungkin karangan Muhammad, bagaimana mungkin Nabi Muhammad bisa mengetahui peristiwa yang terjadi ribuan tahun lalu ?? sedangkan pada saat itu beliau belum lahir. Dan hipotesa yang lebih masuk akal adalah bahwa AL QUR’AN berasal dari Tuhan yang maha mengetahui segala sesuatu. Berikut ini adalah bangunan peninggalan.kaum Aad :
Tempat tinggal kaum Aad yang semula terkubur dalam
tanah pasir yang kemudian ditemukan, karena petunjuk AL QUR'AN

Kisah kaum Aad ini diceritakan dalam AL QUR’AN di beberapa Surah,   salah   satunya   yaitu dalam   Surah  AL   A’RAAF ayat : 65 – 72 .
Kisah selanjutnya adalah tentang kaum Tsamud.  Kaum  Tsamud adalah umat Nabi Shaleh. Didalam AL QURAN ada beberapa yang menyinggung kisah umat nabi Shaleh tersebut, namun kami hanya akan sampaikan kutipan       dari  Surah AL A’RAAF               ayat : 73 – 79  sebagai berikut :


73.   Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata. "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih."
74.   Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum `Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah ni`mat-ni`mat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.
75.   Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya".
76.   Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu".
77.  Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)".
78.  Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang   bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
79. Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai  kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat".

Itulah kisah di dalam AL QUR’AN Surah AL A’RAAF . yang bercerita tentang suatu kaum yang disebut sebagai kaum Tsamud, yang pada saat itu sudah cukup maju peradabannya. Mereka membuat rumah dengan cara memahat batu2 gunung.  Tempat tinggal kaum ini sekarang kita kenal sebagai Madain Salleh yang terletak -+ 400 km utara Madinah . Dan inilah foto dari bekas peninggalan kaum Tsamud tersebut :
Rumah kaum Tsamud dibuat dengan cara
Memahat Gunung Batu









Lihat !!  Betapa halus pahatannya yang menunjukkan tingginya seni dan peradabannya sudah cukup maju, namun mereka adalah orang-orang yang durhaka pada ALLAH , sehingga mendatangkan kemurkaan ALLAH, maka turunlah azab ALLAH.


4.    Keajaiban selanjutnya adalah kandungan Ilmu Pengetahuan di dalam AL QUR’AN.

Pada masa turunnya AL QUR’AN , Ilmu mengenai dunia tumbuh-tumbuhan belumlah maju. Namun AL QUR’AN sudah berbicara tentang penyerbukan dalam surah AL HIJR sebagai berikut :




Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.   (QS  AL HIJR : 22)


Nah....  bukankah proses penyerbukan pada tumbuhan sesuai ilmu pengetahuan modern itu terjadinya karena angin ? .  Jadi apakah mungkin AL QUR’AN itu hanya karangan nabi Muhammad , sebagaimana tuduhan orang-orang yang benci Islam ?. Tentu saja secara akal sehat hal tersebut tidak mungkin terjadi. Seorang pemuda pada tahun 600 masehi yang bernama Muhammad tidak mungkin mampu menyingkap rahasia penyerbukan. Hal ini membuktikan bahwa AL QUR’AN adalah karya dzat yang maha cerdas yang mengetahui rahasia alam ini, dialah ALLAH .   



5.    Keajaiban AL QUR’AN selanjutnya adalah Ramalan / Pernyataan tentang masa depan di dalamnya yang terbukti benar

Kekaisaran Rumawi timur yang berpusat   di  Konstantinopel  pada tahun -+ 615 masehi berperang melawan bangsa Persia. Bangsa Rumawi adalah suatu bangsa yang beragama Nasrani , yang mempunyai kitab suci, sedangkan bangsa Persia adalah  beragama majusi, penyembah api dan berhala (musyrik). Kedua bangsa itu saling perang memerangi. Ketika tersiar berita kekalahan bangsa Rumawi oleh bangsa Persia, maka kaum musyrik Mekah menyambutnya dengan penuh kegembiraan , karena berpihak pada orang musyrikin Persia, sedangkan kaum muslimin berduka cita karenanya. Kemudian turunlah surah AR RUUM pada tahun kurang lebih 620 Masehi, yang menyatakan bahwa bangsa Rumawi , akan mendapat kemenangan setelah kekalahannya dalam beberapa tahun saja.
Di dalam Surah AR RUUM  ayat 1- 4  ALLAH menyatakan bahwa kekaisaran Rumawi Timur yang berpusat di Konstantinopel,  akan menang dalam peperangan melawan orang – orang Persia , beberapa tahun setelah kekalahannya sebagai berikut :


1.     Alif Laam Miim..    
2.     Telah dikalahkan bangsa Rumawi, 
3.     Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, 
4.     Dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,    
(QS  AR  RUUM ayat : 1 s/d 4)        

Ketika bangsa Rumawi dikalahkan oleh Persia , maka jatuhlah kota Yerusalem ke tangan bangsa Persia. Kondisi Kekaisaran Rumawi (Bizantium) saat itu begitu lemah, sehingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan  Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.) Pendek kata, setiap orang    menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh.

Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur'an takkan pernah menjadi kenyataan.


Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
Akhirnya, "kemenangan bangsa Romawi" yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur'an, secara ajaib menjadi kenyataan.
Hal ini tentu saja membuktikan kebenaran AL QUR’AN sebagai kitab yang benar-benar turun dari ALLAH Tuhan semesta alam, dan kebenaran akan kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Demikianlah tentang keajaiban AL QUR’AN yang sebenarnya masih banyak lagi jika mau dibahas secara detail. Misal tentang kenapa ALLAH menetapkan melalui AL QUR’AN  masa idah wanita yang 40 hari . Kenapa AL QUR’AN menekankan tentang pedihnya siksaan neraka yang ketika kulit hancur terkelupas oleh api neraka, maka ditumbuhkan lagi kulit baru untuk kemudian dihancur luluhkan lagi, demikian berulang – ulang , kenapa ditekankan pada kulit ? semua itu ada alasan tersendiri . Namun kita tidak akan membahasnya di sini. Bahasan yang sedikit  mengenai “Keajaiban AL QUR’AN”  di atas, adalah sebagai gambaran betapa banyaknya bukti – bukti tentang kebenaran AL QUR’AN sebagai kitab yang datang dari ALLAH Tuhan semesta alam . Pertanyaan yang datang kemudian adalah “Kenapa banyak manusia yang tidak mengimaninya ??”  yaitu karena kurang seriusnya manusia mencari kebenaran dan memikirkan tentang akherat. Kebanyakan manusia hanya tertarik pada kehidupan dunia, hal itu sebagaimana dijelaskan AL QUR.AN :
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.   (QS  AL  A’RAAF : 179)
Akhirnya marilah , bersama kita pelajari dan kaji  tentang AL QUR’AN sebagai perwujudan keimanan kita. Tak layak rasanya bila AL QUR’AN yang merupakan Kitab suci dan sebagai pedoman hidup kita , menjadi bacaan nomor SEKIAN dalam kehidupan kita sehari – hari.  Seharusnyalah  AL QUR’AN menjadi bacaan UTAMA kita sehari - hari . Tanyakan pada diri kita sendiri, layakkah Kitab yang merupakan karya ALLAH kita abaikan , sementara buku lain karangan manusia kita baca setiap hari ??  bukankah ini salah satu bentuk pelecehan terhadap karya ALLAH ?. Karena itu marilah   kita   biasakan   setiap   hari    membaca ,  mengkaji  dan  mengamalkan  isi  AL QUR.AN demi mencari keridhoan ALLAH , dan cobalah untuk menghafal , agar kelak ALLAH menolong kita di hari penghisaban , dengan memberikan keringanan dan ampunan aaamiiiin .

 Wassalaamu Alaikum Warakhmatullaahi Wabarakaatuh .

Selasa, 07 Juni 2011

KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH MUHAMMAD SAW

KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH MUHAMMAD SAW


Wahai manusia, dengarkanlah baik-baik apa yang hendak kukatakan ini.

Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas ini, oleh karena itu dengarkanlah dengan teliti kata-kataku ini, dan sampaikanlah ini kepada orang-orang yang tidak dapat hadir.

Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu ke pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti siapapun,agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi. Ingatlah bahwa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu, dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu.

Allah telah mengharamkan riba, oleh karena itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia (syaitan) telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.
Wahai manusia, sebagai mana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak kamu, maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik, berlemah lembutlah terhadap mereka, karena sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah : mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.
Wahai manusia dengarlah......... !, bersungguh-sungguh kata-kataku ini. Sembahlah Allah, dirikanlah sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan dan tunaikan zakat dari harta kekayaan kamu.Kerjakanlah    “ibadah haji” sekiranya kamu mampu.
Ketahuilah bahwa setiap muslim adalah saudara kepada muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tidak seorangpun yang lebih mulia dari yang lainnya, kecuali dalam taqwa dan beramal sholeh.
Ingatlah, bahwa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari, untuk dipertanggung jawabkan di atas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh karena itu awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.
Wahai manusia, tidak ada lagi nabi atau rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh karena itu wahai manusia, nilailah dengan benar dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu.
Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, ITULAH AL-QUR'AN DAN SUNNAHKU.
Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku.
Saksikanlah ya Allah bahwasanya telah aku sampaikan risalahMu kepada hamba-hambaMu.
                                                            http://allahridho.blogspot.com
REFERENSI  HADITS  :                
1.  RIYAADUS SHALIHIN IMAM NAWAWI,
2.  HADITS BUKHORI MUSLIM,
3. IHYA’  ULUMUDDIN IMAM GHAZALI,
4. FATHUL BARRI IMAM IBNU HAJAR